PERT-IV
CITA NEGARA KESATUAN RI
1. Ciri-ciri negara persatuan Indonesia
2. Cara berfikir integralistik
Adam Muchler, mengemukakan bahwa negara adalah suatu susunan masyarakat yang integral diantara semua golongan dan semua bagian dari seluruh anggota masyarakat.
Befikir integralistik dalam suatu negara, berarti negara memikirkan penghidupan dan kesejahteraan bangsa seluruhnya, negara menyatu dengan rakyatnya dan tidak memihak pada salah satu golongan dan tidak pula menganggap kepentingan pribadi yang lebih diutamakan, melainkan kepentingan dan keselamatan bangsa sebagai satu kesatuan utuh yang tidak bisa dipisahkan.
Seseorang yang berfikir integral berarti ia memikirkan bukan hanya untuk kepentingan dirinya saja, akan tetapi kepentingan orang banyak dan masyarakat, ia merasa tidak bisa dipisahkan dengan orang lain atau masyarakat. Cara berfikir integralistik inilah yang harus dimiliki bangsa Indonesia.
Toeri integralisitik ini sesuai dengan bangsa Indonesia yang masyarakatnya beraneka ragam . Juga secara kenyataan, integralistik ini sudah dilaksanakan oleh bangsa Indonesia sejak dahulu kala.
Pancasila bersifat integralistik karena :
a. mengandung semangat kekeluargaan dalam kebersamaan
b. adanya semangat kerja sama
c. memelihara persatuan dan kesatuan
d. mengutamakan musyawarah untuk mufakat.
3. Hakekat manusia secara integralitas
Manusia sering disebut dengan al-insan. Kata ini terambil dari kata uns yang berarti harmonis atau intergral. Sehingga dari sini dapat dipahami bahwa pada hakekatnya manusia itu punya potensi untuk harmonis atau menyatu dengan sesamanya. Dengan melakukan dosa terhadap sesama manusia hubungan tersebut menjadi terganggu dan tidak harmonis lagi. Namun manusia akan kembali ke posisi semula (harmonis atau intergral) pada saat menyadari akan kesalahannya dan berusaha mendekat kepada siapa yang pernah ia lukai hatinya.
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA DALAM PEMBNAS.
1. Pengertian paradigma
Secara etimologi, paradigma adalah model dalam teori Ilmu Pengetahuan, atau kerangka berpikir.
Secara terminologi, paradigma adalah suatu asumsi-asumsi dan asumsi-asumsi teoritis yang umum, sehingga merupakan sumber hukum, metode, serta penerapan dalam ilmu pengetahuan yang menentukan sifat, ciri, serta karakter ilmu pengetahuan itu sendiri.
Dari pengertian ini berkembang menjadi kerangka berpikir, sumber nilai, dan orientasi arah.
2. PS sebagai paradigma pembangunan IPTEK
Pancasila merupakan suatu kesatuan dari sila-silanya merupakan sumber nilai, kerangka berpikir, serta asas moralitas bagi pembangunan iptek.
Sila pertama menempatkan manusia di alam semesta ini sebagai ’khalifatu fil ardl’ yang artinya mengatur alam ini untuk kepentingan kemakmuran manusia, yaitu bukan hanya memikirkan apa yang ditemukan, dibuktikan, dan diciptakan, tetapi juga mempertimbangkan maksud dan akibatnya kepada keuntungan dan kerugian umat manusia dan sekitarnya.
Sila ke dua, memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab. Oleh karena itu pembangunan iptek harus berdasarkan kepada usaha-usaha untuk mencapai kesejahteraan umat manuisa.
Sila ke tiga, memberikan kesadaran kepada bangsa bahwa rasa nasionalisme bangsa, akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, bukan sebaliknya.
Sila ke empat, yaitu prinsip demokrasi menjadi dasar pemikiran manusia secara bebas untuk mengkaji dan mengembangkan iptek. Seorang ilmuwan harus memiliki sikap menghormati terhadap hasil karya orang lain, terbuka, dikritik dan dikaji ulang hasil pemikirannya.
Sila ke lima, memberikan pemahaman bahwa kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan manuisa, yaitu keseimbangan hubungan manusia dengan sesamanya, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan lingkungannya.
Sabtu, 25 Juni 2011
ps4
Posted by ABDURROCHMAN
04.18, under | No comments

0 komentar:
Posting Komentar