PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN

Jumat, 24 Juni 2011

pai2

Posted by ABDURROCHMAN 18.37, under | No comments

II. AGAMA ISLAM

A, Pengertian Agama dan macam-macamnya.

Kata agama, bukan berasal dari bahasa Arab tapi berasal dari bahasa Sansekerta, sama dengan peristilahan bahasa Inggris: religion atau dalam peristilahan sehari-hari religi.

Menurut kamus The Hold Intermediate Dictionary of American English, religi itu diterangkan sebagai berikut: "Belief in and worship of God or the Super Natural" (Kepercayaan dan penyembahan kepada Tuhan atau kepada Yang Maha Mengetahui). Dalam kamus The Advanced Learner's Dictionary of Current English merumuskan, "Religion: belief in the existence of supernatural rulling power, the creator and controller of the universe, who has given to man a spiritual nature continues which continues to exist after the death of body" (Agama ialah mempercayai adanya kekuatan kodrat Yang Maha Mengatasi, Menguasai, Menciptakan dan Mengawasi alam semesta dan yang telah menganugerahkan kepada manusia suatu watak rohani supaya manusia dapat hidup terus-menerus setelah mati tubuhnya).

Dengan rumusan-rumusan dan definisi yang telah dikemukakan itu, jelaslah bahwa isi agama itu meliputi:

a) Suatu sistem kepercayaan kepada Tuhan.

b) Suatu sistem penyembahan kepada Tuhan

Dengan demikian, agama itu bidangnya ialah hubungan manusia dengan Tuhan saja. Tegasnya, hanya bidang vertikal. Begitulah isi agama secara umum yang dijumpai sekarang, apabila berdasar kepada doktrin asli agama-agama lain.

Tiap-tiap agama pada lazimnya diberi nama sesudah berlalu masa orang yang mengembangkannya. Nama agama agam itu disandarkan kepada pendiri agama tersebut atau kepada suku bangsa dimana agama itu lahir. Di Persi ada agama Zoroaster. Agama ini disandarkan kepada nama pendirinya yaitu Zoroaster, meninggal tahun 583 SM. Agama Budha (Budhisme) adalah berasal dari nama "Sidharta Gautama Budha" lahir tabun 560 SM. di India, Budha adalah gelar bagi' Sidharta yang dianggap beroleh penerangan agung. Agama Yahudi (Judaisme) suatu agama yang dianut oleb orang-orang Yahudi (Jews), asal nama dari negara Juda (Judea) atau Yahuda. Agama Hindu (Hinduisme) adalah merupakan kumpulan dari macam-macam agama dan tanggapan tentang dunia dari orang-orang India. Bahkan agama Tao (Taoisme) pada mulanya hanyalah berupa suatu ajaran filsafat, ia sebagai aspek dari manifestasi perasaan, spontanitas dan khayalan kehidupan orang-orang Cina. Kemudian ajaran Tao berkembang menjadi agama dalam dinasti Han (206 SM. - 220 M.). Agama Kristen, adalah nama yang berasal dari pengajarnya atau yang dipujanya "Jesus Christ", dan pengikut-pengikut Kristus disebut pula orang-orang Kristen. Kaum muslimin biasanya menyebut agama Kristen, sebagaimana yang disebutkan dalam Qur'an, agama Nasrani karena disandarkan dari asal daerah Jesus yaitu Nazareth (Jesus of Nazareth).

Oleh karena itu, orang-orang Barat biasanya menyebut Islam dengan Mohammedanism dan Mohammedan. Peristilahan ini bukan saja tidak tepat, akan tetapi secara prinsipil, salah. Peristilaban itu bisa mengandung arti Islam adalah paham Muhammad atau pemujaan terhadap Muhammad, sebagaimana perkataan Kristen dan kekristenan mengandung pemujaan kepada Kristus. Analogi nama dengan agama-agama lainnya tidaklah mungkin bagi Islam.

B. Islam Agama para Nabi dan Rasul

Islam, agama Allah yang diturunkan kepada para Rasul-Nya, dari Nabi Adam hingga Nabi terakhir Muhammad s.a.w

1. Nabi Ibrahim dan agama manusia sebelumnya (QS. Al-Haj, 78)

dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. dia (Allah) Telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu

2. Nabi Yusuf (putra Nabi Ya’kub) (QS. Yusuf, 101)

Ya Tuhanku, Sesungguhnya Engkau Telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan Telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta'bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah Aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah Aku dengan orang-orang yang saleh.

3. Nabi Sulaeman (QS. An-Naml 29-31)

29. Berkata ia (Balqis): "Hai pembesar-pembesar, Sesungguhnya Telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia.

30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan Sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

31. Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang muslim".

4. Nabi Isa. a.s (QS. Ali Imran, 52)

Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani lsrail) berkatalah dia: "Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?" para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri.

Dengan demikian wajarlah kalau Islam sebagai agama yang syah di sisi Allah swt.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang Telah diberi Al Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, Karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. (QS. Ali Imran 19)

Barangsiapa mencari agama selain agama islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. (QS. Ali Imran, 85)

4 Pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu (QS. Al-Maidah, 3)

C. Risalah Nabi Muhammad, s.a.w

Adapun Islam dalam kurun sebelum risalah Muhammad s.a.w. sifatnya lokal atau nasional. la hanya untuk kepentingan bangsa dan daerah tertentu, dan terbatas pula periodenya. Para Rasul yang mengajarkan Islam itu laksana mata rantai yang sambung-bersambung, tapi mereka dalam satu kesatuan tugas yaitu tugas ketuhanan (risalah Ilahiyah) membawa pengajaran dan peringatan kepada manusia. Di samping itu dilengkapi dengan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan dari Allah berdasar atas hajat dan kebutuhan bangsa dan daerah itu. Akhirnya, ketika Islam datang ke pangkuan risalah Muhammad s.a.w. ia menjadi agama universal agama untuk seluruh manusia. Sebab itu risalah Muhammad s.a.w. ia mengumandangkan dakwahnya kepada seluruh ras dan bangsa .yang ada di bumi, dan akan disampaikan kepada manusia yang paling penghabisan di akhirat zaman. Kepada Islamlah manusia diperintahkan Allah untuk berkiblat, bergabung menjadi umat yang perkasa di bawah suatu komando: "Laailaaha illallaah, Muhammad Rasuulullaah. "

D. Sunnatullah

Alam semesta itu telah diciptakan Allah menurut hokum-hukum yang pasti, yang objektif dan'yang tetap. Artinya, alam semesta adalah satu kosmos yang dalam bahasa ilmu dalam suatu law of nature, dan dalam Islam disebut sunnatullah.

Alam semesta, dan seluruh isinya. termasuk manusia telah terikat dan berada dalam suatu hokum serba tetap. Umpamanya, di antara alam semesta ialah system tata surya, yang.mempunyai 9 buah planet penting, 1500 planet kecil-kecil dan 28 buah satelit (bulan-bulan); seluruhnya terikat dan berada dalam suatu hukum serba tetap, dalam rotasi atau hukum revolusi dari setiap benda-benda langit itu.

Begitu juga manusia, seutuhnya takluk kepada hukum pertumbuhan dan perubahan. Semenjak ia satu sel dan embrio dalam. rahim, kemudian lahir sebagai bayi, menjadi kanak-kanak, tumbuh menjadi remaja, selanjutnya menjadi tua, dan akhirnya mati menjadi tanah di perut bumi.

Allah berfirman dalam surah Al-Furqan ayat 2)

Yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu baginya dalam kekuasaan(Nya), dan dia Telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya

Hukum Allah pada makhluk-Nya ada dua macam, yang tertulis dan yang tidak tertulis. Hukum Allah yang tertulis, ialah yang diwahyukan-Nya kepada para Nabi dan Rasul yang terhimpun menjadi Kitab suci. Sedang Hukum Allah yang tidak tertulis, ciri khasnya ialah reaksi waktu (time response)-nya pendek, lebih pendek dari usia manusia, dapat dilakukan penelitian dan eksperimen; selain itu ia tidak melibatkan manusia. Umpamanya titik didih air - ialah 100' C. Kalau ada air 1 liter dimasak di atas kompor 10 sumbu kira-kira membutuhkan waktu untuk mendidih 10 menit. Yang 10 menit itulah disebut reaksi waktu, jauh lebih pendek dari usia manusia, sehingga titik didih air dapat diketahui dengan mengukur suhu air itu ketika mendidih.

Sunnatullah itu sifatnya ada tiga.

Pertama pasti (eksak); Yang dimaksud pasti, ialah hukum itu mesti berlaku, tidak boleh tidak. Orang yang berbuat kebajikan, beramar ma'ruf dan bernahi munkar pasti mendapat pahala dan buah dari amalnya itu. Demikian pula orang yang berbuat kejahatan dan dosa, pasti akan mendapat hukuman bila ia tidak bertobat. Yang demikian lebih mudah dibuktikan pada benda-benda lainnya, bahwa jika kita angkat sebuah batu kemudian kita lepas maka pasti batu itu jatuh ia tidak mungkin melayang-layang, hukum Allah (gravitasi) pasti berlaku padanya.

Kedua Objektif. Yang dimaksud objektif, ialah hukum itu berlaku kepada dan siapa saja. Semua batu yang diangkat kemudian dilepas, sekalipun ia adalah batu Ka'bah, jatuh juga.

Ketiga tetap. Yang dimaksud tetap, ialah hukum Allah itu tidak pernah berubah sejak penciptaan alam semesta ini, dan tidak akan berubah sampai hancurnya alam ini (kiamat besar). Sejak diciptakannya air itu, ia mengalir dari tempat tinggi ke tempat .rendah, tidak pernah sebaliknya.

Sunnatullah dan sifat-sifatnya, disebut dalam Qur'an:

Sesungguhnya kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran .(QS. Al-Qamar 49)

Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya; dan kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.(QS. Al-Hijr, 21)

Sebagai suatu sunnatullah[1403] yang Telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tiada akan menemukan peubahan bagi sunnatullah itu. (QS. Al-Fath, 23)

Tentang ayat-ayat Qur'an yang menerangkan sunnatullah ini dapat diperiksa selanjutnya pada: Al-Isra' (17) ayat 77, AlAhzab (33) ayat 62, dan ayat 38.

Sebab itu Allah selalu mendorong bahkan memerintahkan untuk mengadakan penelitian terhadap alam semesta dengan isinya, memikirkan betapa Allah s.w.t. telah menciptakannya.

È Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". (QS. Yunus, 101)

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan Telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Quran itu? (QS. Al-A’raf, 185)

Hukum Allah yang serba tetap dan teratur, pasti dan objektif itu, perlu diberi suatu catatan. Bahwa adakalanya Allah memberikan suatu hal yang menyimpang dari hukum-hukum Allah sendiri menurut penilaian manusia, yang tujuannya memperlihatkan kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada manusia agar manusia beriman sepenuhnya. Hal itu pun terjadi pada saat-saat yang perlu dan tertentu, hanya terhadap Nab-nabi saja untuk menjadi mukjizat bagi mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

Tags

PENDIDIKAN NILAI

IMAM GAZALI BERTANYA

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) :

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama sebelum menyesal".

Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."

IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat didunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."

Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT (Surah al-Ma'un (4-7). Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "

Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? "
Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA (Surah 2:217). Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri "