PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN

PENDIDIKAN PANCASILA KEWARGANEGARAAN

Jumat, 24 Juni 2011

pai5

Posted by ABDURROCHMAN 18.43, under | No comments

V. ISLAM DAN EKONOMI

  1. Prinsip Ekonomi dan Islam

Prinsip ekonomi pada dasarnya adalah berkorban sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Atau juga dikatakan suatu usaha untuk mendapatkan hasil yang maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang sekecil-kecilnya.

Islam mengatur kegiatan ekonomi berdasarkan al-Qur’an sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah s.a.w

a. Alam ini mutlak milik Allah s.w.t

Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah 120)

b. Alam merupakan nikmat Allah, diperuntukkan bagi manusia.

Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu.(QS.al-Baqarah 29)

c. Alam kurnia Allah, untuk dinikmati dan dimanfaatkan dengan tidak melampaui batas.

Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-Araf, 31)

c. Hak milik perorangan diakui sebagai hasil usaha yang halal, dan digunakan untuk hal yang halal pula.

îHai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. dan Ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.(QS.al-Baqarah, 267)

d. Allah melarang menimbun kekayaan tanpa ada manfaat bagi sesama manusia.

šDan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih (QS.at-Taubah 34)

e. Di dalam harta orang kaya, terdapat hak orang miskin

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. (QS. Al-Isra, 26)

  1. Tujuan Perekonomian Islam

Tujuan perekonomian Islam pada prinsipnya adalah untuk mencapai kesejahteraan ummat manusia lahir dan batin, sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagi khalifah Allah di bumi.

a. Mewujudkan kehidupan ekonomi ummat manusia yang makmur dan selalu dalam taraf yang lebih maju, dengan jalan melaksanakan produksi barang dan jasa dalam kualitas dan kuantitas yang cukup, guna memenuhi kebutuhan jasmani, rohani serta kebutuhan spiritual, dalam rangka menumbuhkan taraf kesejahteraan duniawi maupun ukhrowi secora serasi dan seimbang.

b. Mewujudkan kehidupan ekonomi ummat manusia yang adil dan merata, dengan jalan rnelaksanakan distribusi barang, jasa, kesernpatan, kekuasan dan pendapatan masyarakat secara jujur dan terarah dan selalu meningkatkan taraf keadilan dan pemerataan.

c. Mewujudkan kehidupan ekonomi ummat yang stabil dengan jalan menghindarkan gangguan-gangguan, inflasi dan depresi ataupun stagnasi, namun tidak menghambat laju pertumbuhan ekonorni masyarakat, dengan jalan mengendalikan tingkah laku masyarakat, yang membawa ke arah kegoncangan ekonomi.

d. Mewujudkan kehidupan ekonomi yang serasi, bersatu, damai dan maju, dalam suasana kekeluargaan sesama ummat, dengan jalan menghilangkan nafsu untuk menguasai, menumpuk harta, ataupun sikap-sikap lemah terhadap gejala-gejala yang negatif.

e. Mewujudkan kehidupan ekonomi yang relatif menjamin kemerdekaan, baik dalam memilih jenis barang dan jasa, memilih sistem dan organisasi produksi, maupun memilih sistern distribusi, sehingga tingkat partisipasi masyarakat dapat dikerahkan secara maksimal, dengan meniadakan penguasaan berlebih dari sekelompok masyarakat ekonomi, serta menumbuhkan sikap-sikap kebersamaan (solidaritas).

f. Mewujudkan kehidupan ekonomi yang tidak menimbulkan kerusakan di bumi, sehingga keletarian alam dapat di jaga sebaik-baiknya, baik alarn pisik, kultural, sosial maupun spiritual keagamaan.

g. Mewujudkan kehidupan ekonomi ummat manusia yang relatif mandiri tanpa adanya ketergantungan yang berlebihan dari kelompok-kelompok masyarakat lain.

  1. Kedudukan dan Fungsi Harta menurut Islam

a. Kedudukan harta

Harta milik pada manusia pada hakekatnya merupakan kekuasaan dan penguasaan atas harta itu, sebahagian merupakan hak-hak pribadi, dan sebahagian yang lain merupakan milik bersama atau milik ummat, atau dengan kata lain manusia mempunyai hak guna pakai yang berfungsi sosial. Hal ini dijelaskan dalam al-Qur’an :

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan* dan mensucikan** mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS.al-Taubah, 103)

* Maksudnya: zakat itu membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan kepada harta benda

** Maksudnya: zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan memperkembangkan harta benda mereka.

b. Fungsi Harta.

Seseorang yang memiliki harta baik yang diperoleh dengan usaha ataupun warisan, akan berfungsi untuk dibelanjakan atau ditahan.

1) Pembelanjaan harta dalam arti ekonomi

b) Konsumsi

Membelanjakan harta untuk digunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan diri ataupun keluarga. Dalam mengkonsumsi barang Allah memberikan petunjuk :

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-Baqarah, 168)

b) Investasi dan tabungan

Tidak semua harta yang Allah berikan dipakai habis, sebagian disimpan untuk investasi ataupun tabungan yang bermanfaat untuk masa depan.

Hai orang-orang yang beriman, belanjakanlah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang Telah kami berikan kepadamu

2). Pembelanjaan harta dalam arti social.

Pembelanjaan harta ini akan memberi manfaat dan kegunaan bagi pihak lain, baik pribadi-pribadi, kelompok maupun masyarakat banyak. Orang yang mengeluarkan harta tidak mengharapkan apa-apa dari apa yang ia keluarkan, akan tetapi yang diharapkan adalah balasan dari Allah s.w.t. Pembelanjaan harta ini dapat berupa :

a) Zakat

Merupakan rukun Islam yang tidak saja memiliki arti ibadah, akan tetapi merupakan suatu gerakan social yang kuat.

Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Taubah, 103)

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap muslim setahun sekali pada akhir bulan ramadhan. Sedang zakat mal wajib bagi setiap muslim yang memiliki kekayaan yang sudah senisab.

b) Shadaqah

Sebagai bukti tanggung jawab social, maka setiap muslim dianjurkan untuk bersedeqah, baik dengan harta maupun dengan tenaga.

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya.(QS. Saba’, 39)

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?. Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.(QS. Al-Maun, 1-3)


0 komentar:

Posting Komentar

Tags

PENDIDIKAN NILAI

IMAM GAZALI BERTANYA

Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya (Teka Teki ) :

Imam Ghazali = " Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 = " Orang tua "
Murid 2 = " Guru "
Murid 3 = " Teman "
Murid 4 = " Kaum kerabat "
Imam Ghazali = " Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati ( Surah Ali-Imran :185).

Imam Ghazali = " Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?"
Murid 1 = " Negeri Cina "
Murid 2 = " Bulan "
Murid 3 = " Matahari "
Murid 4 = " Bintang-bintang "
Iman Ghazali = " Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama sebelum menyesal".

Iman Ghazali = " Apa yang paling besar didunia ini ?"
Murid 1 = " Gunung "
Murid 2 = " Matahari "
Murid 3 = " Bumi "
Imam Ghazali = " Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A'raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka."

IMAM GHAZALI" Apa yang paling berat didunia? "
Murid 1 = " Baja "
Murid 2 = " Besi "
Murid 3 = " Gajah "
Imam Ghazali = " Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72 ). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah."

Imam Ghazali = " Apa yang paling ringan di dunia ini ?"
Murid 1 = " Kapas"
Murid 2 = " Angin "
Murid 3 = " Debu "
Murid 4 = " Daun-daun"
Imam Ghazali = " Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT (Surah al-Ma'un (4-7). Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat "

Imam Ghazali = " Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? "
Murid- Murid dengan serentak menjawab = " Pedang "
Imam Ghazali = " Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA (Surah 2:217). Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri "