PERT-III
PANCASILA IDEOLOGI BANGSA INDONESIA
1. Pengertian ideolgi
Dalam arti sempit ideologi adalah gagasan atau teori yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai bagaimana manusia harus hidup dan bertindak. Dalam pengertian ini disebut ideologi tertutup.
Dalam arti luas, ideologi adalah segala kelompok cita-cita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman normatif. Dalam pengertian ini disebut ideologi terbuka.
Ideologi juga diartikan sebagai ajaran, doktrin, teori, atau ilmu yang diyakini kebenarannya, yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaannya dalam menanggapi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam perkembangan berikutnya, ideologi mempunyai arti yang berbeda, yaitu :
Pertama, ideologi diartikan sebagai pengetahuan yang mengandung pemikiran-pemikiran besar, cita-cita besar, mengenai sejarah, manusia, masyarakat, dan negara. Dalam pengertian ini ideologi disamakan artinya dengan ajaran filsafat.
Kedua, ideologi diartikan sebagai pemikiran yang tidak memperhatikan kebenaran internal dan kenyataan empiris, ditujukan dan tumbuh berdasarkan pertimbangan kepentingan tertentu, dan karena itu ideologi cenderung menjadi bersifat tertutup.
Ketiga, ideologi diartikan sebagai suatu belief system dan karena itu berbeda dengan ilmu, filsafat, ataupun teologi yang secara formal merupakan suatu knowledge system.
2. Pancasila adalah ideologi terbuka
Ideologi terbuka adalah ideologi dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.
Ciri khas ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh negara, melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri. Oleh karean itu ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat.
Pancasila berakar pada pandangan hidup bangsa dan falsafah bangsa, memenuhi prasyarat sebagai ideologi terbuka. Sekalipun ideolgi itu bersifat terbuka, tidak berarti bahwa keterbukaannya adalah dapat memusnahkan ideologi itu sendiri.
Sumber semangat ideologi terbuka, terdapat dalam penjelasan umum UUD’45 “ ... terutama bagi Negara baru dan Negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu, diserahkan kepada undang-undang yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnaya, dan mencabutnya”
Faktor pendorong keterbukaan ideologi Pancasila.
a. Dinamika masyarakat berkembang secara cepat.
b. Keyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku, cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
c. Pengalaman sejarah politik dimasa lampau.
d. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Dimensi-dimensi sebagai ideologi terbuka :
a. Dimensi realitas, yaitu nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologi Pancasila, bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat, sehingga tertanam dan berakar di dalam masyarakat, tertutama waktu ideologi itu lahir, sehingga mereka betul-betul merasakan dan menghayati bahwa nilai-nilai dasar itu adalah milik meraka semua.
b. Dimensi idealisme, yaitu ideologi Pancasila mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Cita-cita tersebut berisi harapan yang masuk akal, bukan angan-angan kosong belaka. Pancasila mempunyai sifat keterkaitan yang saling mengisi dan saling memperkuat antara dimensi realitas dengan dimensi idealisme.
c. Dimensi fleksibelitas, yaitu idelogi Pancasila mempersegar dirinya, memelihara, dan memperkuat relevansinya dari waktu ke waktu.
Batas-Batas Keterbukaan Ideologi Pancasila
a. Stabilitas nasional yang dinamis
b. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme, dan komunisme.
c. Mencegah berkembangnya paham liberal
d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan masyarakat
e. Penciptaan norma yang baru harus melalui konsensus.
3. Perbandingan ideologi PS dengan ideologi negara lain.
PS berbeda dengan ideologi lain, seperti kapitalisme, dan komunisme. Kedua ideologi ini terlebih dahulu lahir sebagai pemikiran filosofis, yang kemudian dituangkan dalam rumusan ideologi, dan setelahnya baru diwujudkan dalam konsep-konsep politik. Jangka waktu yang dilalui keseluruhan proses ini bias sampai puluhan tahun. Manifesto komunis misalnya, diumumkan pada tahun 1841 sebagai pernyataan ideologi dari falsafah marxisme. Konsep politinya diwujudkan pada tahun 1917, dalam revolosi Oktober di Rusia. Ada jarak waktu selama 76 tahun antara ideologi dan politik. Kapitalisme, yang lahir lebih dahulu , menjalani proses yang lebih panjang. Rangkaian pemikir falsafah menyampaikan hasil renungannya terlebih dahulu, yang kemudian diwujudkan dalam tatanan hidup bernegara.
Proses yang dilalui PS sedikit lebih khusus, praktis belum ada pemikiran filosofis mengenai ideologi untuk negara yang hendak dibentuk sebelum tahun 1945. Pemikiran baru timbul setelah para pemimpin bermusyawarah di penghujung perang dunia ke II, secara eksplisit oleh Ketua BPUPKI Dr. Radjiman, menanyakan dalam musyawarah tentang ’apa dasar negara yang hendak kita bentuk?’ Pertanyaan itu dijawab dengan mencari nilai-nilai dasar yang sama dalam kemajemukan budaya masyarakat kita. Akhirnya banyak usulan yang muncul, seperti Mr. Muh Yamin, Prof. Soepomo, Ir. Sukarno, yang kesemuanya mengajukam lima asas dasar negara.
Dengan demikian, penerimaan PS pertama-tama dirumuskan sebagai konsensus politik, yang didasarkan pada nilai kultural masyarakat.
a. Ideologi Liberalisme
Ideologi ini muncul pertama kali di Inggris, pada abad 18. Faham ini melihat manusia sebagai makhluk bebas. Kebebasan manusia merupakan milik yang sangat tinggi dengan membawa unsur-unsur esensial, yaitu rasionalisme, materialisme, empirisme, serta individualisme. Ajaran ini beritik tolak dari hak asasi yang melekat pada manusia sejak ia lahir dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun termasuk penguasa, kecuali dengan persetujuannya. Hak asasi tersebut memiliki nilai dasar yaitu kebebasan individu secara mutlak untuk mengejar kebahagiaan hidup di tengah-tengah kekayaan meteriil yang melimpah dan dicapai dengan bebas.
Hal tersebut tidak sesuai dengan PS yang memandang manusia sebagai makhluk Tuhan, yang mengemban tugas sebagai makhluk pribadi dan sekaligus makhluk social, sehingga dalam kehidupan bermasyarakat wajib menyelaraskan kepentingan pribadi dengan kepentingan masyarakat dan haknya selalu dikaitkan dengan kewajibannya terhadap masyarakat.
b. Ideologi Sosialisme.
Tokoh sosialis revolosioner yang banyak menulis naskah di bidang social ekonomi adalah Karl Marx (1818-1883). Ajaran yang disebarkan adalah komunisme. Ajaran ini didasarkan atas kebendaan. Oleh karena itu ajaran ini tidak percaya adanya Tuhan. Bahkan agama dikatakan sebagai racun bagi masyarakat. Masyarakat yang dicita-citakan adalah masyarakat komunis dunia yang tidak dibatasi kesadaran nasional. Ajaran ini Sangay bertolak belakang dengan Pancasila.
PEMAHAMAN MATERI
1. Yang termasuk pengertian ideology dalam arti tertutup adalah :
a. gagasan yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai kehidupan manusia.
b. gagasan atau teori yang menyeluruh tentang kebudayaan manusia.
c. gagasan atau teori tentang kehidupan seseorang untuk mencapai kemakmurannya
d. gagasan yang menyeluruh tentang usaha-usaha manusia.
2. Yang termasuk pengertian ideology terbuka adalah
a. ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal.
b. ideologi yang dapat berinteraksi dengan perkembangan zaman modern
c. ideologi yang dapat berinteraksi dengan globalisasi zaman dan adanya dinamika secara internasional.
d. ideologi yang dapat berinteraksi dengan tuntutan zaman dan globalisasi.
3. Yang bukan menjadi faktor pendorong keterbukaan ideologi Pancasila adalah :
a. Dinamika masyarakat berkembang secara cepat.
b. Keyataan menunjukkan, bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan beku, cenderung meredupkan perkembangan dirinya.
c. Pengalaman sejarah politik dimasa lampau.
d. Tekad untuk melanggengkan kekuasaan
.4. Yang bukan merupakan batas-batas keterbukaan Ideologi Pancasila adalah
a. Stabilitas nasional yang dinamis
b. Keterbukaan terhadap ideologi marxisme, leninisme, dan komunisme.
c. Mencegah berkembangnya paham liberal
d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan masyarakat
5. Yang merupakan perbedaan Ideologi Pancasila dengan ideologi Komunis adalah
a. Pancasila tidak menerima faham atheisme
b. Sama-sama terbuka untuk menerima perkembangan jaman
c. Komunis lebih dinamis dengan perkembangan jaman
d. Komunis menerima ajaran agama sebagai landasan ideologinya
Sabtu, 25 Juni 2011
ps3
Posted by ABDURROCHMAN
04.18, under | No comments

0 komentar:
Posting Komentar